MBK-V Gandeng OJK Edukasi Warga Rumbai, Bantuan Masjid dan Sembako Turut Disalurkan

MBK-V Gandeng OJK Edukasi Warga Rumbai, Bantuan Masjid dan Sembako Turut Disalurkan
Tak Sekadar Berbagi, MBK-V dan OJK Perkuat Literasi Keuangan dan Kemandirian Ekonomi Warga Rumbai, Selasa 27 Oktober 2026

PEKANBARU —  Kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga harus dibarengi edukasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Semangat tersebut diwujudkan PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK-V) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau melalui kegiatan sosial, sosialisasi program perusahaan, dan edukasi literasi keuangan di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Selasa (27/10/2026). 

Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa karpet masjid, pengeras suara (TOA), kipas angin, serta paket sembako bagi peserta sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Rumbai Azani Benazir, S.I.P., M.Si., Sekretaris Camat Taufik Dasaka, S.Psi., serta perwakilan Danramil melalui Babinsa Meranti Pandak, Sertu Hazirman. Hadir pula analis OJK Provinsi Riau, Kartinda Aprilya dan Bayu Dwi Sampurno, Asisten Regional Manager MBK-V Region 22 Mimi Mariyani, para lurah se-Kecamatan Rumbai, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), debitur, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), panitia MBK-V, serta puluhan warga. 

Acara diawali dengan doa yang dipimpin Zaki, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program MBK-V dan pemaparan materi literasi keuangan bagi masyarakat.

Camat Rumbai Azani Benazir menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) MBK-V di wilayah Kecamatan Rumbai. Menurutnya, kegiatan ini memiliki manfaat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kaum perempuan, mengenai pengelolaan keuangan keluarga maupun usaha secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab.

 Ia berharap warga semakin cerdas mengatur pendapatan, mengelola modal usaha, serta memahami kewajiban pembiayaan sesuai kemampuan sehingga akses layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Asisten Regional Manager MBK-V Region 22, Mimi Mariyani, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan mikro sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera. 

Ia menyampaikan bahwa MBK telah berdiri sejak 2003 dan kini memiliki 1.042 cabang, sementara operasional perusahaan di Pekanbaru telah berjalan sejak 2021 dengan empat cabang. 

Menurut Mimi, kegiatan sosial dan edukasi keuangan secara rutin dilakukan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan yang menjalankan usaha mikro agar memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian keluarga.
Mimi menambahkan, program pembiayaan MBK-V ditujukan untuk membantu perempuan dari keluarga prasejahtera memperoleh akses modal guna memulai maupun mengembangkan usaha kecil.

 Selain pembiayaan modal kerja, perusahaan juga memiliki program pembiayaan untuk kebutuhan air dan sanitasi, perbaikan tempat usaha, serta pembiayaan modal kerja individu sesuai ketentuan yang berlaku.

 Namun, ia menekankan bahwa akses pembiayaan harus diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan, mulai dari menyusun anggaran rumah tangga, memisahkan uang usaha dari kebutuhan keluarga, hingga disiplin memenuhi kewajiban pembayaran. 

Dengan pengelolaan yang tepat, pembiayaan diharapkan dapat menjadi sarana produktif untuk membangun usaha dan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.


Sementara itu, analis OJK Provinsi Riau, Bayu Dwi Sampurno, memaparkan tugas dan fungsi OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Ia mengingatkan masyarakat agar memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan serta memastikan legalitas penyedia layanan keuangan sebelum menggunakan produk atau fasilitas pembiayaan.

Menurutnya, literasi keuangan sangat penting agar masyarakat mampu mempertimbangkan manfaat, biaya, risiko, dan kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan keuangan. 

Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan dapat menghindari keputusan yang berpotensi membebani kondisi ekonomi keluarga.

Edukasi kemudian dilanjutkan oleh analis OJK Provinsi Riau, Kartinda Aprilya, yang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

 Ia mengimbau warga untuk tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, tidak sembarangan membagikan data pribadi, serta selalu memeriksa legalitas penyedia jasa keuangan melalui kanal resmi OJK.

Masyarakat juga didorong memahami risiko investasi dan ketentuan pinjaman sebelum melakukan transaksi. Edukasi ini diharapkan membuat warga semakin kritis mengenali modus penipuan, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan, serta mampu melindungi pendapatan dan aset keluarga dari praktik keuangan yang merugikan.

Selain edukasi dan bantuan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh program serta peluang kerja di MBK-V. Informasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan warga mengenai kesempatan berusaha, akses pembiayaan mikro, dan peluang meningkatkan pendapatan keluarga.

Sinergi antara MBK-V, OJK, pemerintah kecamatan, unsur TNI, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mendekatkan informasi keuangan kepada warga. Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan sosial diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan mengelola keuangan, dan penguatan usaha mikro.

Pada penghujung kegiatan, MBK-V menyerahkan bantuan berupa karpet masjid, pengeras suara (TOA), dan kipas angin untuk masjid-masjid di Kecamatan Rumbai. Panitia juga membagikan suvenir serta paket sembako kepada peserta. 

Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam mendukung kenyamanan sarana ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, MBK-V bersama OJK dan para pemangku kepentingan berharap literasi keuangan semakin meningkat, usaha mikro semakin berkembang, dan masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak. 

Perpaduan edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.****rls/ Ep

Berita Lainnya

Index